Header Ads Widget

Satpolairud Situbondo Ingatkan Nelayan Waspadai Hoaks dan Cuaca Ekstrem di Pelabuhan Kalbut

Kepala Satpolairud Polres Situbondo, AKP Gede Sukarmadiyasa, Kamis (27/8/2026). (Foto: Satpolairud Polres Situbondo for SOROT WARTA)
SOROTWARTA.COM - Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Situbondo menggelar kegiatan Ngobar Masir atau Ngopi Bareng Masyarakat Pesisir di Pelabuhan Kalbut, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah unsur masyarakat pesisir, mulai dari nahkoda kapal layar motor, nelayan tradisional hingga Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM). Ngobar Masir menjadi wadah bagi polisi untuk berdialog secara langsung dengan masyarakat yang sehari-hari beraktivitas di kawasan pelabuhan dan perairan.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai persoalan dibahas, terutama berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat pesisir serta keselamatan saat melakukan aktivitas di laut.

Kasat Polairud Polres Situbondo AKP Gede Sukarmadiyasa mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap berbagai informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, masyarakat perlu memastikan terlebih dahulu kebenaran informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.

Hal itu dinilai penting karena saat ini masih banyak informasi hoaks yang beredar di media sosial dan belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Mari kita jangan mudah percaya dengan informasi yang beredar di media sosial sebelum memastikan kebenarannya. Banyak informasi hoaks yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Mari fokus bekerja untuk menghidupi keluarga," ujar AKP Gede.

Selain membahas situasi keamanan, kegiatan Ngobar Masir juga diisi dengan edukasi terkait keselamatan berlayar. Polisi mengingatkan para nelayan dan nahkoda mengenai sejumlah risiko kecelakaan laut yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Menurut AKP Gede, kecelakaan laut dapat dipicu berbagai faktor, mulai dari cuaca ekstrem, kerusakan mesin kapal hingga kelalaian manusia. Karena itu, kesiapan sebelum berlayar menjadi salah satu hal yang tidak boleh diabaikan.

Para nelayan dan nahkoda diimbau memastikan kondisi kapal dalam keadaan layak sebelum meninggalkan daratan. Pemeriksaan mesin dan bahan bakar harus dilakukan, sementara alat komunikasi juga dipastikan berfungsi dengan baik.

Tak hanya itu, prakiraan cuaca juga perlu dipantau sebelum kapal berangkat. Nelayan diminta tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi cuaca dinilai tidak memungkinkan untuk melakukan aktivitas pelayaran.

Satpolairud juga mengingatkan setiap kapal agar membawa perlengkapan keselamatan. Beberapa di antaranya yakni life jacket, pelampung cincin, senter, peluit, kotak P3K, alat komunikasi, tali dan jangkar.

Penggunaan life jacket juga dianjurkan sejak kapal mulai berangkat. Perlengkapan tersebut tidak seharusnya baru digunakan ketika terjadi keadaan darurat di tengah laut.

"Berangkat selamat, melaut aman, pulang selamat," menjadi pesan utama yang disampaikan petugas kepada para nelayan dan nahkoda yang mengikuti kegiatan tersebut.

Sebagai bentuk penguatan imbauan, petugas Satpolairud Polres Situbondo juga menempelkan stiker keselamatan di sejumlah kapal. Stiker tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi para nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan selama beraktivitas di laut.

AKP Gede menegaskan, nelayan tidak boleh memaksakan diri untuk berlayar ketika kondisi cuaca tidak memungkinkan. Keselamatan awak kapal harus menjadi pertimbangan utama sebelum mengambil keputusan untuk melaut.

Apabila mengalami kerusakan mesin maupun keadaan darurat di tengah laut, awak kapal diminta tetap tenang dan segera menggunakan perlengkapan keselamatan. Mereka juga diminta menghubungi petugas atau nelayan terdekat serta menyampaikan posisi dan kondisi kapal secara jelas.

"Nahkoda hebat bukan hanya mampu mengendalikan kapal, tetapi juga mampu menjaga keselamatan diri dan awak kapal," tegas AKP Gede.

Melalui kegiatan Ngobar Masir tersebut, Satpolairud Polres Situbondo berharap komunikasi dan sinergi dengan masyarakat pesisir semakin kuat. Tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah perairan, tetapi juga meningkatkan kesadaran bersama mengenai pentingnya keselamatan saat melaut.

Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya kepolisian untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat pesisir. Dengan komunikasi yang terjalin baik antara polisi, nelayan, nahkoda, TKBM dan masyarakat pelabuhan, berbagai potensi gangguan keamanan maupun risiko kecelakaan di wilayah perairan Situbondo diharapkan dapat diminimalisasi.

Posting Komentar

0 Komentar